Guernica Pablo Picasso

Pandemi covid – 19 memang memberikan dampak yang besar pada kehidupan kita. Salah satunya, beberapa kegiatan yang biasa dilakukan menjadi terbatas karena pemberlakukan pembatasan sosial. Hal ini mengakibatkan sejumlah orang terpaksa harus menghabiskan banyak waktunya dirumah saja.

Namun pembatasan sosial ini tidak selama buruk. Faktanya banyak juga orang - orang yang akhirnya menemukan hobi – hobi unik atau pengetahuan baru untuk menghilangkan kejenuhanya dirumah.

Seperti yang terjadi pada ‘paman’ saya. Sebut saja namanya Ucup. Ucup ini umurnya cuma berbeda tiga tahun diatas saya, tapi karena dia sepupu dari ayah saya, maka dalam forum resmi keluarga saya terpaksa memanggilnya om/paman. Diluar itu, kami seperti layaknya sesama teman yang umurnya hampir sebaya. Hampir tidak ada batas.

Setelah lebih kurang 6 bulan harus work from home dan hampir seluruh waktunya dihabiskan dirumah. Ucup ini tiba – tiba menjadi ‘pakar’  baru dalam dunia lukisan. Belakangan ini semua postingan sosial media dan obrolanya selalu tentang sejarah lukisan – lukisan dari pelukis terkenal. 

Anehnya dia tidak punya satu lukisanpun dirumahnya. Mahal katanya.

Saya lalu penasaran apa yang menyebabkan, Ucup ini tiba – tiba menyukai dan jadi mendalami sejarah – sejarah lukisan terkenal. Saya yakin ketika seseorang tertarik pada seni pasti ada alasan yang menarik untuk didengar ceritanya.

Ternyata yang membuat Ucup menjadi tertarik dengan sejarah – sejarah lukisan karena menemukan satu cerita yang menurut saya sangat keren dari salah satu maestro seni dunia, yaitu Pablo Picasso.

Jadi tahun 1937 adalah masa – masa  pendudukan Nazi Jerman di Paris, Perancis. Pada masa itu Pablo Picasso menghasilkan sebuah karya seni yang terkenal hingga saat ini yang diberi nama Guernica.

Guernica merupakan lukisan cat minyak yang menggambarkan pengeboman yang dilakukan Nazi di sebuah kota kecil di Spanyol bernama Guernica, pada April 1937. Jerman membombardir kota kecil itu selama tiga jam yang mengakibatkan ribuan korban luka dan tewas serta kota yang porak poranda.

Keadaan mengerikan  itulah yang coba digambarkan Picasso dalam karyanya.

"Guernica"

Akibat dari karyanya ini, Picasso diinterogasi oleh  salah satu cabang khusus Gestapo. Gestapo atau polisi rahasia Jerman memang mempunyai cabang khusus untuk menangani para intelektual dan seniman saat itu.

Baca Juga : Asal Mula Tumbal

Picasso diinterogasi oleh seorang pentolan Gestapo yang cukup sopan, berbicara bahasa Perancis dengan baik dan terlihat sangat terpelajar. Sebuah kelangkaan seorang Gestapo memiliki watak seperti itu.

Setelah diberi isyarat, Picasso kini duduk di depan meja salah satu pentolan Gestapo itu. Raut wajah yang menggambarkan seorang yang sopan dan terpelajar tadi berubah, ketika mulai menunjukan lukisan Guernika dan mulai bertanya pada picasso dengan kasar,.

"Picasso! Apakah kamu yang melakukan ini?"

Balasan Picasso sungguh diluar dugaan dan jawaban inilah yang membuat ini  menjadi cerita yang sangat keren. 

Picasso berkata,

“ Tidak, kamu lah yang melakukanya ! 

saya hanya melukiskanya ”


Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
No Comments :
Add a Comment
Comment url
Related Post :
Rubrik